Mendisain Kurikulum Perguruan Tinggi Berbasis World-Class

April 4th, 2011 @   -  No Comments

Imbas proses globalisasi di dunia semakin nyata. Semua sektor perekonomian di Indonesia dipaksa untuk terus berbenah diri agar tidak ketinggalan dengan pesaing luar negeri. Tidak ketinggalan pula sektor pendidikan dimana saat ini banyak perguruan tinggi di Indonesia yang berlomba-lomba untuk go international atau bahkan menyandang predikat bergengsi, yakni world-class university.

Perjuangan untuk mencapai taraf internasional bagi perguruan tinggi di Indonesia tidaklah mudah. Masih banyak pihak yang beranggapan bahwa mewujudkan perguruan tinggi yang memiliki standar world-class di Indonesia adalah sesuatu hal yang sulit dan membutuhkan waktu yang relatif lama dalam hal pelaksanaannya. Meskipun pemikiran tersebut tidaklah salah, perubahan tidak akan terjadi tanpa adanya kemauan untuk melakukan perubahan setahap demi setahap dalam tubuh perguruan tinggi, terutama dari segi kurikulum.

Implementasi kurikulum perguruan tinggi yang berorientasi world-class hendaknya didasari pada suatu kesadaran bahwa saat ini perubahan yang cepat dan besar sedang terjadi di masyarakat kita. Perubahan tersebut melingkupi hal berikut: 1) teknologi yang semakin mutakhir; 2) Population ageing yang mana merupakan sebuah pergeseran dalam proporsi penduduk suatu negara yang didominasi oleh penduduk berusia tua; 3) globalisasi kebudayaan dan etnisitas; 4) perubahan tingkat kematangan peserta didik di institusi-institusi pendidikan; 5) perkembangan ilmu pengetahuan; dan 6) perubahan ekonomi di suatu negara. Perubahan-perubahan besar yang terjadi di masyarakat kita inilah yang menuntut perguruan tinggi di Indonesia untuk hendaknya selalu berbenah diri agar tidak tertinggal dengan perguruan tinggi asing.

Kurikulum perguruan tinggi yang berorientasi world-class merupakan kurikulum yang berorientasi pada masa depan peserta didik dimana kecocokan materi pendidikan dan kebutuhan pasar global selalu menjadi tolak ukurnya. Kurikulum berorientasi world-class menempatkan perguruan tinggi sebagai agent of change dan broker masa depan bagi peserta didik. Lebih jauh, kurikulum berorientasi world-class merupakan kurikulum yang berorientasi kepada peserta didik dimana beberapa karakteristiknya adalah: 1) waktu belajar disesuaikan dengan kebutuhan; 2) proses belajar terjadi di berbagai konteks dan situasi; 3) berbagai pihak dari berbagai macam disiplin ilmu dan profesional ikut membantu dalam proses pengajaran; 4) metode dan cara pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik; dan 5) kegiatan pengajaran bertujuan untuk mendukung goal dari kurikulum yang diimplementasikan dan untuk memaksimalkan proses belajar peserta didik.

Kurikulum Konvensional Kurikulum Berbasis World-Class*
Satu kurikulum untuk semua peserta didik. Kurikulum dapat disesuaikan dengan aspirasi peserta didik (fleksibel).
Materi belajar tidak terfokus dan lebih menekankan hafalan. Pelajaran lebih terfokus dan lebih menekankan konsep.
Materi belajar dinilai terpisah/berbeda dari dunia nyata. Materi belajar berhubungan erat dengan implementasi di dunia nyata.
Metode belajar sangat monoton dimana tenaga pengajar memegang peranan dominan di kelas. Memiliki berbagai macam metode mengajar dimana tenaga pengajar hanya bertindak sebagai fasilitator dan peserta didik aktif di dalam kelas.
Peserta didik takut melakukan kesalahan. Kesalahan dianggap sebagai proses pembelajaran.
Tenaga pengajar hanya berlatar belakang pendidikan (akademisi). Tenaga pengajar tidak hanya berlatar belakang pendidikan tetapi juga para profesional.
Proses belajar hanya terjadi di dalam ruang kelas. Proses belajar terjadi di berbagai macam konteks dan situasi.
Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar tidak ada atau minim. Penggunaan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.

*Sumber: Qualifications and Curriculum Authority Development Agency, UK

President University, salah satu universitas swasta top di Indonesia, telah menerapkan kurikulum yang berbasis world-class sejak pertama kali berdiri di tahun 2001. Universitas yang terdaftar di Kopertis wilayah IV ini mensinergikan kurikulumnya dengan kebutuhan pasar global sehingga jauh lebih terfokus dan tepat sasaran. Dengan komitmen untuk terus melakukan perubahan baik dari segi akademik maupun non-akademik, President University sukses mencetak profesional yang bekerja dengan mudah di sektor pemerintah dan swasta baik di dalam maupun di luar negeri.

Sir William Haley pernah berkata, “Pendidikan akan jauh lebih efektif jika tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pada saat peserta didik meninggalkan suatu institusi pendidikan, setiap anak menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak mereka ketahui, dan dijiwai dengan keinginan seumur hidup untuk mengetahui hal tersebut.”

_______________________________________

Jhanghiz Syahrivar adalah Pengamat Pendidikan dan Dosen Fakultas Ekonomi, President University

Leave a Reply